
Selamat IDUL FITRI
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terbaru
-
100 Tahun Lahirnya Kendaran Rekreasi
-
Rp500 Ribu Untuk Konser Sean Kingston di Jakarta
-
Paris Hilton Raih Gelar Seleb Terburuk
-
Pendiri WikiLeaks Didesak Mengundurkan Diri
-
Wajan Anti Lengket Tingkatkan Kolesterol Anak
-
Nokia akan Luncurkan E7 dan N8
-
Hamil Tua, BCL Pamer Perut di Twitter
-
Julia Gillard tetap PM Australia
-
Mark Hurd Jadi Co-President Oracle
-
Microsoft Klaim Windows Phone 7 Ciptakan Revolusi
Terpopuler
- Kategori
- Semua
Komentar Terbaru
IHSG Hari Ini
Kurs Rupiah
Harga Komoditas
Ngoceh
Kamus Wikipedia
Dukung Kami
| Komisi Penyiaran Indonesia Tegur Empat Stasiun TV |
|
|
| Tuesday, 09 March 2010 00:18 | ||
Dalam konferensi persnya, Senin (8/3), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), mengatakan, akan menegur empat stasiun televisi, terkait penayangan lima program televisi yang bermasalah pada November dan Desember 2009. Pemantaaun dilakukan KPI, terhadap 23 program, terdiri dari 639 episode pada bulan November, dan 11 program dari 737 episode pada Desember 2009. Lima program bermasalah tersebut adalah film "Ken Dedes dan Ken Arok" (TPI) dan Orang Ketiga (Trans TV) di November. Kedua program ini dianggap banyak menampilkan adegan kekerasan, kata-kata kotor, serta adegan seksual. Sedangkan yang mendapat himbauan, yaitu film "Ketika Willa Patah Hati", (SCTV), yang menampilkan adegan mahasiswa berciuman di kampus, adegan tersebut dinilai tidak pantas dilakukan di lingkungan pendidikan. Sementara, pada Desember 2009, program yang bermasalah adalah film drama "Raja dan Merpati Ajaib" (Indosiar), dan "Nekadz" (TPI). Kedua program ini dinilai sarat adegan kekerasan, yang dikhawatirkan akan ditiru penonton anak-anak. Menurut KPI, dalam keputusan yang diambil melalui rapat pleno KPI pusat ini, selain menegur keempat stasiun TV tersebut, juga akan diberi sanksi, sesuai dengan tingkat pelanggarannya terhadap UU Penyiaran, dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS). KPI berharap, dengan pemberian sanksi ini, stasiun-stasiun TV akan lebih berhati-hati, dalam memberikan penayangan kepada pemirsa, khususnya anak-anak dan pelajar. Sumber - Liputan6 Berita Terkait: |
||
| Dibaca : 567 kali |

Daerah
-
Dikira Sudah Meninggal, Mantan Bupati Giany...
-
Enam Komodo di Kebun Binatang Surabaya Tera...
-
29 Persen Pelajar SMU di Malang Pernah Mela...
-
Terlahir Tiga Anak Babi Mirip Monyet
-
2011, Bandara Baru Toraja Mulai Dibangun
-
Satwa Kebun Binatang Surabaya Mati Beruntun
-
Ratusan Anggota Kodam Papua Idap AIDS
Kesehatan
-
Wajan Anti Lengket Tingkatkan Kolesterol An...
-
Efek Buruk Main Teka-teki Silang
-
Kaum Pria Lebih Gampang Hilang Ingatan, Kok...
-
Bahaya Kesehatan Mengintai dari Pupuk Kompo...
-
Pria Gemuk Ungguli Pria Kurus dalam Bercint...
-
Sakit Langka, Bocah Ini 'Dikucilkan'
-
Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Peremp...

Selebrity
-
Paris Hilton Raih Gelar Seleb Terburuk
-
Hamil Tua, BCL Pamer Perut di Twitter
-
Qory Mengaku Alami Kendala Teknis di Miss U...
-
Pamela Anderson Ajak Fans Syuting di Ranjan...
-
Ke Mana Puteri Indonesia Menghilang
-
Katy Perry Ingin Adopsi Justin Bieber Sebag...
-
Rahasia Populeritas Justin Bieber Di Bukuka...











Comments
Ayo, maju terus KPI!saya sangat mendukung...karena ini perjuangan yang akn dicatat Allah sbg amal kebaikan...demi masa depan moral bangsa kita...